Sumba Barat memiliki keindahan luar biasa dan kaya akan aset alam serta budaya: selancar kelas dunia, memancing ikan besar, budaya kuno yang dinamis, serta flora dan fauna yang unik. Sektor pariwisata berkembang pesat, dengan sejumlah vila mewah yang telah dibangun atau sedang dalam tahap pembangunan, serta proyek-proyek akomodasi berskala lebih besar yang sedang direncanakan. Pulau ini hanya berjarak satu jam penerbangan dari Bali dan dilayani oleh dua bandara.
Lahan seluas 2 hektar (20.000 m² / 200 are) yang menakjubkan ini memiliki lokasi yang ideal untuk hampir semua konsep pengembangan—villa mewah, unit penginapan jangka pendek mandiri dengan 1–3 kamar tidur, hotel butik dengan klub pantai, restoran di tepi tebing, atau proyek kreatif lainnya yang dapat Anda bayangkan.
Terletak di tepi tebing yang dramatis (tinggi 7–10 meter), lahan ini menghadap ke perairan jernih dan pantai pasir putih yang masih alami saat air surut. Orientasi menghadap utara menghadirkan pemandangan matahari terbit dan terbenam yang spektakuler di atas lautan, dengan pemandangan yang membentang hingga ke pulau Flores dan Sumbawa. Properti ini menawarkan garis pantai sepanjang sekitar 85 meter dan membentang lebih dari 200 meter ke arah Pantura—jalan pesisir utama yang berkelok-kelok di sepanjang sebagian besar wilayah Sumba Barat.
Lokasi ini sebagian besar datar, dihiasi dengan pepohonan yang megah dan semak belukar yang rimbun. Dengan perencanaan yang matang, Anda dapat melestarikan vegetasi yang paling menakjubkan sambil merancang sebuah kawasan perumahan kelas dunia.
Lokasi ini benar-benar memiliki segalanya: perairan yang masih alami, pemandangan laut yang tenang, dan hanya berjarak 20 menit dari Bandara Tambolaka serta kota utama Waingapu melalui jalur Pantura. Lahan yang sedekat ini dengan fasilitas penting sangat diminati—kebanyakan kawasan pengembangan yang ada saat ini berjarak setidaknya satu jam perjalanan.
Ini adalah kesempatan luar biasa untuk memperoleh hak milik atas sebidang tanah tepi laut yang luas dan strategis di Sumba Barat Daya, sebuah destinasi wisata yang sedang berkembang. Dengan harga hanya Rp 42 juta per are, harganya hanya sepersekian dari biaya lahan sejenis di Labuan Bajo (Rp 200+ juta per are) atau Bali Selatan (Rp 4+ miliar per are).
Lahan tepi laut yang strategis di dekat bandara dan kota semakin langka karena banyak lahan yang diakuisisi untuk “penimbunan lahan” oleh perusahaan investasi—terutama dari Jakarta.
Harga: IDR 8.400.000.000 — Hak Milik
